Wednesday, April 29, 2015

11 Peristiwa dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Ramadan

Bulan Ramadhan tidak sebatas sebagai bulan suci bagi umat Muslim. Dalam sejarah Islam, sejumlah peristiwa besar yang sangat menentukan dan bermakna bagi umat Muslim terjadi di bulan ini. Sedikitnya, ada 11 peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, baik klasik ataupun modern. Apa sajakah peristiwa-peristiwa tersebut?

Berikut 11 Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Ramadhan.

1. Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Apa itu Fathul Makkah? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka'bah kembali suci. Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M. Ini adalah perjanjian antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Perjanjian ini terjadi ketika satu rombongan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad hendak melaksanakan haji di Baitullah. Namun, pihak Quraisy melihatnya sebagai sebuah ancaman. Jika orang-orang dari Madinah, yang notabene adalah rival dari kafir Quraisy datang ke Makkah, maka apa tanggapan orang-orang nanti? Untuk itulah, pemuka-pemuka Quraisy dengan segala daya upaya menyusun sebuah strategi, yaitu mengikat kaum muslimin dalam suatu perjanjian agar tidak dapat leluasa mengunjungi Makkah. Dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Ketakutan kaum kafir Quraisy ini wajar muncul, sebab setelah Nabi saw dan beberapa ratus sahabat hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah), antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy hampir selalu terjadi peperangan yang tak terelakkan. Dalam pengepungan selama 20 hari oleh 10 ribu pasukan Quraisy terhadap Madinah pada tahun 627 M, Nabi Muhammad saw dan 3.000 umat Islam berhasil mempertahankan Madinah.

Masjid Agung Damaskus, Saksi Peradaban Bizantium hingga Bani Umayyah


Masjid Agung Damaskus, atau lebih dikenal dengan Masjid Umayyah, adalah salah satu masjid terbesar tertua dan suci di dunia. Di masjid ini, terdapat makam Saladin (Salahudin Al Ayubi) di sebuah taman kecil berdampingan dengan dinding utara masjid.

Damaskus diyakini sebagai kota tertua di dunia dan Masjid Umayyah berdiri di situs yang telah dianggap tanah suci selama 3.000 tahun lamanya. Ketika itu, Aram membangun sebuah kuil untuk Hadad, dewa badai dan kilat. Pada awal abad pertama, Roma kemudian tiba dan membangun sebuah candi besar untuk Jupiter yang melebihi kuil Aram. Kuil Romawi berdiri di atas platform empat persegi panjang (Temenos) yang berukuran sekitar 385 x 305 meter, dengan menara persegi di setiap sudut. Bagian dinding luar dari Temenos masih bertahan, tapi kini hampir tidak ada yang tersisa dari candi tersebut.

Asal Usul Bekas Tapak Kaki Nabi Ibrahim A.S

Maqom Ibrahim
Setelah Nabi Ismail bersetuju untuk membantu Nabi Ibrahim membangunkan Kaabah, maka Nabi Ibrahim bersama dengan anaknya pun mula membina Kaabah setelah Allah S.W.T menunjukkan kepada mereka tempat yang harus dibina Baitullah itu.
Ada dua riwayat yang mengatakan bahawa Allah S.W.T meninggikan tapak Baitullah sebelum dibina oleh Nabi Ibrahim dan anaknya, tapak Baitullah tidak terkena bala bencana taufan sewaktu taufan besar melanda.
Satu riwayat lagi mengatakan bahawa tapak Baitullah itu telah runtuh dalam taufan besar sepertimana runtuhnya binaan-binaan besar yang lain. Setelah peristiwa taufan besar melanda maka sesungguhnya tidak ada orang lain yang mulakan pembinaannya semula kecuali Nabi Ibrahim dan anaknya.

Sejarah Nabi Nuh Seorang Nabi Jawa Kuno?

Nabi Nuh adalah salah satu dari 25 rosul yang dikabarkan dalam Al Qur’an. Kisahnya di abadikan dalam kitab alloh sebagai pelajaran bagi umat islam saat ini. Dalam kisahnya umat Nabi Nuh diberi azab oleh alloh dengan bencana hingga sehancur hancurnya. Orang – orang durhaka di antara umat Nabi Nuh tertelan banjir maha dahsyat yang menenggelam kan seluruh daratan di bumi. Menurut rekam sejarah memang dikatakan bahwa bumi pernah mengalami banjir besar yang menenggelamkan seluruh daratan dunia akibat gleser di kedua kutub bumi yang mencair.


Sebelum terjadinya bencana besar tersebut alloh terlebih dahulu memperingatkan Nabi Nuh dan menyuruh untuk membuat sebuah bahtera yang akan menyelamatkan para umat yang beriman dan hewan yang berjumlah satu pasang pada masing masing spesies. Bahtera Nabi Nuh diriwayatkan dibuat di gunung dekat tempat tinggalnya.

Surat wasiat ali bin abi thalib a.s



“Dari ayah yang telah tua, yang mengakui pengalaman masa yang mengunduri umur, yang menyerah kepada keadaan, yang meremehkan dunia, yang tinggal ditempat orang-orang yang telah mati, dan kelak ia pun akan meninggalkan tempat itu.

Kepada anak yang masih mengharap sesuatu yang tidak mudah dicapai, yang sedang melalui jalan yang telah di tempuh oleh orang-orang yang telah binasa, sasaran dari segala penyakit, tanggungan hari-hari, sasaran bala’ hamba dunia, pedagang tipuan, langganan bencana, tawanan maut, sekutu kerisauan, teman duka-cita, incaran bencana, selalu dikalahkan syahwat, dan sebagai khalifah dari orang-orang yang telah mati.

Amma ba’du (Adapun setelah kata pendahuluan itu). Sesungguhnya dari pengalamanku dari apa yang nyata bagiku tentang mundurnya dunia dari padaku, dan ketegangan masa atas diriku.

Asal Usul Gelar 'Haji' yang Hanya di Indonesia


Tahukah kamu? bahwa gelar tambahan 'Haji' itu hanya ada di Indonesia. Di Arab Saudi maupun negara belahan dunia manapun ketika seseorang pulang menunaikan ibadah haji tidak ada yang menambahkan gelar tersebut di depan nama mereka. Lalu bagaimana sejarahnya gelar 'Haji' itu bisa muncul di Indonesia?


Gelar “haji” tergolong cukup unik. Hanya di Indonesia saja kita menemukan fakta pemberian gelar semacam itu. Mengenai hal ini, arkeolog Islam Nusantara, Agus Sunyoto, menyatakan hal tersebut mulai muncul sejak tahun 1916.

Sebagaimana disebutkan, secara kebahasaan, haji berarti menziarahi, mengunjungi. Jadi tepatnya istilah ini digunakan untuk orang yang mau beribadah haji, bukan untuk mereka yang telah selesai melaksanakannya. Ketika seseorang pulang dari ibadah haji, sebenarnya sematan haji bagi dirinya sudah tuntas, karena dia tidak lagi berada dalam proses berziarah.

Sebaliknya di Indonesia, gelar tersebut masih tetap melekat. Orang-orang yang telah selesai melaksanakan ibadah haji, mendapat

Ainul Hayat, Mata Air Nabi Khaidir yang Dapat Perpanjang Umur Manusia

Ainul Hayat menurut beberapa ahli tafsir merupakan air kehidupan yang bisa memperpanjang usia manusia. Barang siapa yang meminum airnya seteguk, maka ia tidak akan mati sampai hari kiamat atau jika ia memohon kepada Allah SWT untuk dimatikan. Dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa Dajjal sebagai musuh nyata manusia pernah mandi dan minum air ini sehingga tetap hidup hingga saat ini. Tidak hanya Dajjal, seorang Nabi bernama Khidir juga dipercaya masih hidup hingga saat ini karena meminum air tersebut. Wallahualam bishowab.


Ainul Hayat mencuat dalam kisah hidup Nabi Khidir yang hidup dalam masa pemerintahan Raja Dzul Qarnain yang namanya tertera dalam Alquran Surah Al Kahfi 83-101. Dalam sebuah Kisah yang diriwayatkan oleh Ats-tsa labi dari imam Ali diceritakan bahwa Dzul Qarnain merupakan raja yang disegani dan ditakuti orang di seluruh dunia pada zamannya. Namun demikian Ia adalah raja yang sangat taat kepada Allah SWT sehingga selalu didampingi oleh seorang malaikat yang bernama Rofa'il.